Memasuki tiga dekade berkarya, PT Smelting terus memperkuat komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui Program Konservasi Mangrove “Pesisir Lestari” di Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik.
Program ini diawali dengan penanaman 10.000 bibit mangrove sebagai tahap awal menuju target 30.000 mangrove menandai perjalanan 30 tahunnya PT Smelting. Program konservasi jangka panjang yang mengusung tema Pesisir Lestari ini tidak hanya melakukan penanaman mangrove, tetapi juga mencakup pemantauan tingkat kelangsungan hidup (survival rate) dan pertumbuhan mangrove, pemeliharaan dan rehabilitasi area, edukasi & pemberdayaan masyarakat, serta perluasan penanaman pada tahun berikutnya.
Kick-Off Program Konservasi Mangrove “Pesisir Lestari” dihadiri Presiden Direktur PT Smelting Dharma Djojonegoro bersama jajaran Direksi, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, didampingi oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Gresik, perangkat daerah terkait, Forkopimcam Sidayu, perwakilan sekolah, komunitas karyawan PT Smelting, dan masyarakat sekitar.
“Penanaman mangrove hari ini bukan sekadar menanam pohon, tetapi merupakan investasi untuk masa depan lingkungan dan masyarakat. Setiap mangrove yang kita tanam membawa harapan agar pesisir Gresik tetap lestari, memberikan manfaat bagi masyarakat, dan dapat menjadi warisan bagi generasi mendatang,” ujar Dharma.
Selain pelestarian lingkungan, program Konservasi Pesisir Lestari juga menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam keberlanjutan program. PT Smelting melibatkan masyarakat setempat untuk ikut serta dalam upaya konservasi serta mendorong pemberdayaan ekonomi dengan memberikan ruang bagi UMKM lokal Gresik untuk memperkenalkan produk unggulannya.
Apresiasi pun disampaikan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, “Atas nama Pemerintah Kabupaten Gresik, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT Smelting yang telah menunjukkan kepedulian dan komitmen nyata terhadap kelestarian lingkungan di Kabupaten Gresik. Kami berharap ada dampak yang berkelanjutan. Kemiskinan di wilayah pesisir, khususnya nelayan, dapat terus menurun dan kesejahteraan mereka meningkat. Dari hasil tangkapan ikan, mereka bisa memperoleh penghasilan setiap hari yang didukung keberadaan hutan mangrove tersebut.“
Komitmen bersama untuk program konservasi ini turut ditandai melalui seremoni Green Commitment sebagai simbol kesatuan visi para pemangku kepentingan dalam menjaga pesisir Gresik.
Melalui program ini, PT Smelting berupaya memastikan mangrove yang ditanam tidak hanya tumbuh, tetapi berkembang menjadi ekosistem pesisir yang lestari. Selain itu, kegiatan ini dapat meberikan manfaat sosial dan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Randuboto, Gresik.
PICTURES | REMARKS |
![]() | Jajaran Direksi dan Manajemen PT Smelting bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Gresik menuangkan air ke pot sebagai simbol kehidupan dan pelestarian lingkungan pesisir. |
![]() | Penanaman bibit mangrove bersama-sama di Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik. |
![]() | Komitmen Hijau ditandai dengan cap 5 jari dari Perwakilan Pengadilan Agama, Perwakilan Dandim Gresik, Kapolres Gresik – Bapak AKBP Ramadhan Nasution, S.I.K., M.H., M.Si., Direktur PT Smelting – Bapak Joseph Robles, Bupati Gresik – Bapak H. Fandi Akhmad Yani – Bupati Gresik, Presiden Direktur PT Smelting – Bapak Dharma Djojonegoro, dan Vice President External Affairs PT Smelting – Bapak Erika Silva. (Kiri ke kanan) |
| Jajaran Direksi dan Manajemen PT Smelting bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Gresik melakukan penanaman bibit mangrove bersama-sama. |



